Sabtu, 18 Januari 2014

Softskill Iklan


TUGAS SOFTSKILL







NAMA : CHANDRA ARISANDY NUGROHO

NPM   : 11211610

KELAS: 3EA22



Iklan atau dalam bahasa Indonesia formalnya pariwara adalah promosi benda seperti meja baru, jasa seperti kantor pos, tempat usaha dan ide yang harus dibayar oleh sebuah sponsor. Pemasaran melihat klanik sebagai bagian dari strategi promosi secara keseluruhan. Komponen lainnya dari promosi termasuk publisitas, hubungan masyarakat, penjualan, dan promosi penjualan.



Banyak sekali iklan yang bermunculan di televisi bukan hanya mementingkan promosi penjualan sebuah produk, tetapi ada juga iklan yang mengandung unsur nilai kehidupan.



Berikut ini adalah iklan yang menurut saya menarik perhatian :


Samsung Galaxy gear

Melihat teknologi canggih sekarang bukan lagi hanya impian, tetapi samsung telah menciptakan samsung galaxy gear, seperti di film film seperti power rangers, star trek, predator dan lain lain.
http://www.youtube.com/watch?v=oSOnbDQf_tI&feature=youtube_gdata_player

I
Tri indie
Pasti sudah banyak yang melihat iklan ini di televisi, iklan ini menceritakan anak kecil yang mempersoalkan tentang kegiatan orang dewasa
http://www.youtube.com/watch?v=zYFpq8hXjIU&feature=youtube_gdata_player




Inspirasi indonesia tentang hari ibu.

Menceritakan seorang ibu yang sangat cinta kepada anaknya, dari menyiapkan seragam sekolah pagi, hingga menjual kalung demi membelikan hadiah sepatu ke anaknya
http://www.youtube.com/watch?v=zhP_RaDKdts&feature=youtube_gdata_player



Minggu, 01 Desember 2013

softskill trend atau lifestyle


Produk yang  lagi trend atau lifestyle zaman sekarang adalah celana ”CHINO” banyak remaja – remaja sekarang yang memakai celana ini, baik laki maupun perempuan.
Entah karena faktor (Personality, Opinion, Interest)
Sebelum kita mengetahui faktor apa yang sebenarnya mempengaruhi para remaja memakai celana chino? Akan lebih baik kita mengenal sejarah celana tersebut.

Celana chino adalah celana berbahan twill, 100% katun. Asal kata chino sendiri adalah berasal dari kata chinese, karena pada awalnya celana ini berbahan twill yang diproduksi di china. Awal penggunakan celana chino adalah pakaian militer abad ke 19.Hingga pada akhirnya kepopulerannya mulai muncul paska perang dimana bekas prajurit menggunakan celana tersebut di keseharian mereka.

Model
Celana chino memiliki model celana trouser, biasanya disebut dengan celana sebutan celana kerja, formal, atau bahan. Memiliki kantong dalam pada bagian belakang, juga kantong model samping tanpa tempat koin. Biasanya memiliki potongan berupa lurus dan baggy, namun dewasa ini celana chino banyak dimodifikasi hingga menyerupai celana jeans.

Budaya Pop                                                    
Celana chino memiliki beberapa pergeseran budaya, dari awalnya dipakai pada acara kemiliteran, lalu beralih masuk ke masyarakat hingga dipakai dalam keseharian yang terahir merambah ke budaya pop anak muda. Banyak artis, aktor, musisi menggunakan celana chino dalam daftar wardrobe tampil mereka. Hingga pada akhirnya celana chino lebih populer dewasa ini sebagai trend daripada fungsi kesehariannya.

Diatas sudah jelas bahwa celana chino ini awalnya dari kata Chinese, karena bahan twill di produksi di China, Awalnya celana ini digunakan untuk pakaian militer, dan popular nya ketika paska perang dimana perajurit perajurit memakai celana ini untuk kegiatan sehari hari. Karena berkembangnya zaman, banyak artis, aktor, musisi yang menggunakan celana chino, sampai akhirnya celana chino sebagai trend di kalangan remaja saat ini.

Kalau di amati, kalangan remaja sekarang mempunyai pandangan bahwa “kalau tidak mengikuti trend dianggap kuno” menurut saya faktor yang paling tepat adalah Opinion, karena remaja zaman sekarang cendrung ikut ikutan teman, orang terdekat atau lifestyle nya milihat banyak remaja  yang menggunakan celana chino atau sedang trend saat ini.

Sumber :


Minggu, 03 November 2013

Softskill 2 - Perilaku konsumen


”Softskill Analisis Konsumen Dan Perilaku Konsumen”



Nama : Chandra Arisandy Nugroho

NPM  : 11211610

Kelas : 3EA22



Pembahasan.

Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain. Perilaku Konsumen adalah perilaku yang konsumen tunjukkan dalam mencari, menukar, menggunakan, menilai, mengatur barang atau jasa yang mereka anggap akan memuaskan kebutuhan mereka. Definisi lainnya adalah bagaimana konsumen mau mengeluarkan sumber dayanya yang terbatas seperti uang, waktu, tenaga untuk mendapatkan barang atau jasa yang diinginkan.



Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen antara lain adalah :

Menurut James F. Engel - Roger D. Blackwell - Paul W. Miniard dalam Saladin terdapat tiga faktor yang mempengaruhinya, yaitu :

• Pengaruh lingkungan, terdiri dari budaya, kelas sosial, keluarga dan situasi. Sebagai dasar utama perilaku konsumen adalah memahami pengaruh lingkungan yang membentuk atau menghambat individu dalam mengambil keputusan berkonsumsi mereka. Konsumen hidup dalam lingkungan yang kompleks, dimana perilaku keputusan mereka dipengaruhi oleh keempat faktor tersebut diatas.

• Perbedaan dan pengaruh individu, terdiri dari motivasi dan keterlibatan, pengetahuan, sikap, kepribadian, gaya hidup, dan demografi. Perbedaan individu merupkan faktor internal (interpersonal) yang menggerakkan serta mempengaruhi perilaku. Kelima faktor tersebut akan memperluas pengaruh perilaku konsumen dalam proses keputusannya.

• Proses psikologis, terdiri dari pengolahan informasi, pembelajaran, perubahan sikap dan perilaku. Ketiga faktor tersebut menambah minat utama dari penelitian konsumen sebagai faktor yang turut mempengaruhi perilaku konsumen dalam penambilan keputusan pembelian.



Menurut Kotler dan Armstrong (1996) terdapat dua faktor dasar yang mempengaruhi perilaku konsumen yaitu faktor eksternal dan faktor internal.

• Faktor eksternal

Faktor eksternal merupakan faktor yang meliputi pengaruh keluarga, kelas sosial, kebudayaan, marketing strategi, dan kelompok referensi. Kelompok referensi merupakan kelompok yang memiliki pengaruh langsung maupun tidak langsung pada sikap dan prilaku konsumen. Kelompok referensi mempengaruhi perilaku seseorang dalam pembelian dan sering dijadikan pedoman oleh konsumen dalam bertingkah laku.

• Faktor internal

Faktor-faktor yang termasuk ke dalam faktor internal

adalah motivasi, persepsi, sikap, gaya hidup, kepribadian dan belajar. Belajar menggambarkan perubahan dalam perilaku seseorang individu yang bersumber dari pengalaman. Seringkali perilaku manusia diperoleh dari mempelajari sesuatu.

Faktor-faktor yang mempengaruhi pembelian suatu barang atau jasa.

Terdapat empat faktor internal yang relevan terhadap proses pembuatan keputusan pembelian yaitu:

1. Motivasi (motivation) merupakan suatu dorongan yang ada dalam diri manusia untuk mencapai tujuan tertentu.

2. Persepsi (perception) merupakan hasil pemaknaan seseorang terhadap stimulus atau kejadian yang diterimanya berdasarkan informasi dan pengalamannya terhadap rangsangan tersebut.

3. Pembentukan sikap (attitude formation) merupakan penilaian yang ada dalam diri seseorang yang mencerminkan sikap suka/tidak suka seseorang akan suatu hal.

4. Integrasi (integration) merupakan kesatuan antara sikap dan tindakan. Integrasi merupakan respon atas sikap yang diambil. Perasaan suka akan mendorong seseorang untuk membeli dan perasaan tidak suka akan membulatkan tekad seseorang untuk tidak membeli produk tersebut



Faktor-faktor eksternal tersebut antara lain :

1. Nilai-Nilai Budaya dan Etnis. Merupakan nilai-nilai budaya yang tumbuh dan berkembang pada sejumlah orang yang memiliki persamaan ras, agama, lokasi geografis, dan warisan budaya yang membedakan mereka dengan kelompok lainnya. Melalui kebiasaan, cita rasa, ide, tata cara, norma dan tata kelakuannya.

2. Kelas Sosial dan Kelompok Status. Kelas Sosial merujuk pada semua orang yang memiliki kesempatan hidup yang sama dalam bidang ekonomi. Kelompok Status merujuk pada kesamaan atas kehormatan dan prestise yang dimiliki, yang dinyatakan dalam gaya hidup.

3. Kelompok Sosial.  Kelompok sosial dapat mempengaruhi perilaku konsumsi seseorang dikarenakan pengaruh yang signifikan dari kelompok acuan (reference group) yang menjadi rujukan dalam berfikir, bertindak, merasa dan berperilaku seseorang dalam melakukan konsumsi.

4. Keluarga dan Rumah Tangga. Beberapa variabel yang dapat mempengaruhi rumah tangga / keluarga dalam melakukan konsumsi, termasuk melakukan pembelian produk, antara lain : Usia Kepala Rumah Tangga, Status Pekerjaan, Status Perkawinan, dan Kehadiran Anak.

Sedangkan variabel dalam mempengaruhi proses pengambilan keputusan untuk melakukan konsumsi dalam suatu rumah tangga / keluarga, antara lain : Kohesi, Kemampuan Beradaptasi Keluarga, dan Komunikasi.

5. Pengaruh Situasi. Pengaruh situasi merupakan pengaruh yang timbul dari faktor yang khusus untuk waktu dan tempat yang spesifik, yang lepas dari karakteristik konsumen dan karakteristik objek. Karakteristik-karakteristik situasi konsumen tersebut antara lain : Lingkungan Fisik, Lingkungan Sosial, Waktu, Tugas.



Seperti contoh nya teman saya Afif Alamsyah, dia fans sekali dengan club liga Inggris, Chelsea. Beberapa barang yang di beli seperti : kaos bola, gelang, sticker, poster. Faktor dasar Afif membeli atau mengkonsumsi barang tersebut adalah karena faktor internal yaitu Persepsi (perception) dan Pembentukan sikap (attitude formation) merupakan penilaian yang ada dalam diri seseorang yang mencerminkan sikap suka/tidak suka seseorang akan suatu hal.


Contoh lainya, teman saya Muhamad Arta Saputra, Sudah banyak sepatu yang ia miliki. Bahkan kemarin tanggal 01/11/2013, ia baru saja membeli sepatu baru, Menurut saya faktor Arta membeli sepatu karena mungin sepatu yang di beli mengikuti trend (eksternal)



Contoh nya saya, Saya suka budaya negara Jepang, karena makanan nya seperti : sushi, mie ramen. Begitu juga dengan budaya, dan hasil karya seperti perfilman, komik, itu semua menurut saya sangat menarik. Mengkoleksi action figure adalah hobi saya. Jika keuangan saya lagi baik, saya selalu ingin menambah koleksi action figure. Faktor pembelian action figure adanya faktor Internal dan faktor Eksternal, Pembentukan sikap (attitude formation) dan Nilai-nilai budaya dan etnis

Sabtu, 05 Oktober 2013

pola konsumtif - softskill


Hallo~ pertama saya ingin memperkenalkan diri, nama Chandra Arisandy Nugroho. Sekarang saya mahasiswa di Universitas Gunadarma Kalimalang, Bekasi. Ssekarang sudah tingkat tiga, jurusan Manajemen S1. Kalau ditanya hobi? Hmm banyak hal yang saya lakuin, ya taulah nama nya juga anak laki suka ekslporasi. Untuk pola konsumtif juga bermacam macam. Pertama-tama saya ingin menjelaskan ”apa itu pola konsumtif?”
Pola konsumtif adalah tindakan konsumen membeli produk yang kurang diperlukan  untuk memuaskan kesenangan dan keinginan dari pada fungsi atau kebutuhannya.
Nah, diatas sudah di jelaskan apa itu pola konsumtif, sekarang saya jabar kan apa saja yang sering saya beli, yang pertama, saya suka musik dan kalau hubungannya sama  musik ngga jauh jauh dari kaset CD album original, ini barang menurut saya kurang begitu penting, tapi memberi efek kesenangan tersendiri, udah ngga zaman beli CD yang bajakan, kasihan buat yang menciptakan karya tersebut, tidak medapat royalti. Yang kedua saya itu suka anime jepang, apa aja deh yang menurut saya bagus. Dan sekarang banyak sekali merchandise anime jepang di pasaran. Kalau dompet nya lagi tebel, saya suka beli action figure untuk di pajang di kamar sebagai koleksi aja. Punya rasa kepuasan sendiri kalau koleksi action figure, padahal kegunaan nya biasa aja hahaa..
Itulah pola konsumtif saya yang menurut kalian absurd, tapi buat saya ya begitulah saya!
Dan sekarang saya mau menceritakan pola konsumtif temen temen kelas saya, nama nya Astri Nurlely di bilang fashionable ngga juga sih, tapi dia suka belanja baju, dres, atau apalah yang dia liat menarik dia beli, hampir sebulan sekali dia beli barang tersebut. Di lihat dari kegunaan nya sama saja seperti baju yang lain, tapi aneh nya dia selalu ingin membeli pakaian yang menurut dia bagus. Mungkin dia ingin koleksi.
Selanjutnya temen saya nama nya Afif alamsyah, dia fans banget sama club liga Inggris, tepat nya Chelsea, bahkan dia bisa di bilang fanatik. Setiap sebulan dia hampir mempunyai atribut chelsea. Contoh nya seperti jersey Chelsea, gelang, sticker, kaos oblong, dll yang berbau club Chelsea.
Yang ketiga nama nya Syifah Fauziah, temen saya ini sering pergi ke salon kecantikan, pada dasarnya emang sudah cantik, tapi yang nama nya wanita harus merawat diri, supaya lebih kelihatan terawat, tak jarang dua minggu sekali Syifah pergi ke salon untuk sekedar facial wajah, potong rambut, hair spa, manicure, pedicure, waxing, ear candle dll.
Keempat nama temen saya nama nya Heri Eko Susanto, dia punya hobi yang bisa di bilang ekstrim. Hobinya balapan liar. Hampir setiap minggu dia balapan, dan jarang kalah, dan hasil uang nya untuk me modifikasi motor nya, mesin, dan biaya bengkel.


Rabu, 15 Mei 2013

tugas softskill 2

PERBATASAN WILAYAH INDONESIA DENGAN NEGARA LAIN

Indonesia mempunyai perbatasan darat dengan tiga negara tetangga, yaitu Malaysia, Papua Nugini dan Timor Leste. Sementara perbatasan laut dengan sepuluh negara tetangga, diantaranya Malaysia, Singapura, Vietnam, Filipina, Papua Nugini, Timor Leste, India, Thailand, Australia, dan Palau. Hal ini tentunya sangat erat kaitannya dengan masalah penegakan kedaulatan dan hukum di laut, pengelolaan sumber daya alam serta pengembangan ekonomi kelautan suatu negara.
Berdasarkan hasil survei Base Point atau titik dasar untuk menetapkan batas wilayah dengan negara tetangga, terdapat 183 titik dasar yang terletak di 92 pulau terluar, sisanya ada di tanjung tanjung terluar dan di wilayah pantai.

Dalam hal berikut, Indonesia juga mempunya perjanjian dan persoalan diantara sebagai berikut :

Sebagai contoh Singapura

Ditandatanganinya perjanjian ekstradisi pada tanggal 28 April 2007 di Istana Tampak Siring, Bali, merupakan babak baru untuk membuka hubungan antara Indonesia Singapura setelah proses panjang penuh dinamika lebih dari 30 tahun. Sebelumnya Singapura hanya mengadakan perjanjian ekstradisi dengan negara-negara persemakmuran Inggris dan berinteraksi dengan negara-negara sekutu. Tidak hanya itu, Singapura juga hanya membina hubungan secara simbolik dengan negara–negara tetangga, bukan secara substansial. Perjanjian Ekstradisi Indonesia Singapura menjadi sebuah sinyal positif yang diberikan Singapura kepada Indonesia. Namun, melunaknya Singapura dan begitu antusiasnya Indonesia menandatangani perjanjian tersebut menjadi sebuah tanda tanya. Tidak ada satu negarapun yang ingin dirugikan dalam sebuah kesepakatan, begitupun dengan Singapura dan Indonesia yang pasti memiliki kepentingan lain. Hal tersebut menjadi isu bahasan menarik, oleh karena itu, penulis mengangkat tema Di Balik Perjanjian Ekstradisi Indonesia Singapura.

Pemberantasan korupsi merupakan salah satu program kabinet SBY. Oleh karena itulah Indonesia begitu antusias saat Singapura menandatangani perjanjian ekstradisi. Perjanjian ekstradisi tersebut menyangkut 31 jenis kejahatan antara lain terorisme, korupsi, penyuapan, pemalsuan, uang kejahatan perbankan, pelanggaran hukum perusahaan dan kepailitan. Namun, masih ada kemungkinan di masa depan ditambahkan tindak pidana lain khususnya jenis-jenis kejahatan baru. Melalui perjanjian ekstradisi, pemerintah berharap para penegak hukum baik Indonesia maupun Singapura mejadi lebih luas dalam melacak dan mengejar para tersangka khususnya tersangka kasus korupsi serta memulangkan aset-aset koruptor.

Persoalan yang dihadapi Indonesia – singapura :

Penasihat Badan Lingkungan Nasional Singapura, Lee Song Koi, 46 tahun, kemarin divonis 10 bulan penjara dan tiga kali cambukan oleh pengadilan Singapura karena terbukti menyiksa seorang pembantu rumah tangga asal Indonesia.
Sekretaris Komite Warga Punggol Angsana, organisasi massa di Singapura, itu langsung mengajukan permohonan banding dan membayar uang jaminan sebesar Sin$ 15 ribu atau sekitar Rp 102 juta.

Pengacara Lee, Subhas Anandan, mengatakan kliennya sudah membayar kompensasi sebesar Sin$ 5.000 atau Rp 34 juta kepada korban. Demikian dilaporkan surat kabar Singapura, The Straits Times.

Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura membenarkan berita tentang putusan sidang tersebut. "Kasus ini kuat dan pelakunya juga sudah mengakui perbuatannya," kata Sekretaris Ketiga Protokol Konsuler KBRI di Singapura, Arsi Dwinugra Firdausy.
Menurut Arsi, sang korban adalah perempuan asal Ponorogo, Jawa Timur, berusia 21 tahun yang telah bekerja selama tiga tahun di sana. Korban, yang namanya dirahasiakan, kini berada dalam perlindungan Kedutaan. Kedutaan juga mendampingi korban selama pemeriksaan dan persidangan.

Dalam persidangan, Lee mengaku tidur di atas tubuh pembantunya itu dan menciumi korban di flatnya pada 7 Juli tahun lalu. Menurut korban, dia sedang tidur di kamarnya ketika dibangunkan oleh majikannya, yang lalu memaksa menciumnya dan menyingkap pakaiannya.
Tiga hari kemudian Lee mencoba memulangkan korban ke Indonesia. Korban diantar istri Lee ke Bandar Udara Changi. Tapi sepupu korban sudah mengadukan kasus ini ke polisi melalui layanan darurat 999. Polisi pun bergerak cepat dan menghentikan rencana Lee.


KEUNTUNGAN DAN KELEMAHAN LETAK GEOGRAFIS INDONESIA


Keuntungan dan kerugian letak geografis Indonesia :
1. Letak Indonesia yang berada diantara 2 benua yaitu Asia dan Australia membuat Indonesia bisa menjalin hubungan baik dengan negara – negara di kedua benua itu. Posisi tersebut selain juga berada di antara dua samudra membuat Indonesia berada di jalur lalu lintas internasional dan dapat menjadi tempat transit jalur perdagangan dunia. Hal itu membuat Indonesia dapat membuat hubungan baik dengan negara lain, walau juga dapat membuat Indonesia sebagai jalur lalu lintas kriminalitas internasional. Seperti lalu lintas
perdagangan narkoba dan perdagangan anak.

2. Kawasan Indonesia yang terdiri dari banyak pulau membuat Indonesia kaya akan budaya, karena terdiri dari berbagai suku bangsa, bahasa, dll. Selain itu juga akan timbul banyak bentukan alam seperti danau, gunung api, pantai, dll. Hal itu dapat memajukan pariwisata Indonesia. Namun, kontrol pemerintah pusat dengan daerah sulit terjadi,. Masih banyak pula wilayah terpencil yang belum terjamah sarana pendidikan, kesehatan, dll akibat wilayah Indonesia yang luas dan terdiri atas banyak pulau. Aksi kejahatan di daerah pun tak tercium oleh hukum yang berlaku di Indonesia. Masih marak pula hukum adat di daerah yang tak beadab, seperti kebiasaan perang antar suku di Papua. Hal tersebut membuat pemerintah sulit mengontrol penduduk di daerah.

3. Laut yang luas dan garis pantai yang panjang membuat Indonesia menyimpan hasil laut seperti ikan, kerang, serta bahan tambang seperti minyak bumi. Hal itu dapat menambah pendapatan Negara.

4. Letaknya yang berada dikawasan tropis membuat Indonesia kaya akan hasil hutan, berbagai jenis tanaman, dan berbagai jenis hewan. Namun akibat pemanasan global, membuat wilayah Indonesia sangat menerima dampaknya. Seperti sering terjadi badai tropis. Pengurangan daratan Indonesia akibat pencairan es di kutub. Wilayah Indonesia yang banyak terdiri atas pulau dan laut yang luas membuat daratan Indonesia banyak sekali berkurangnya, dll.
5. Tanah Indonesia yang subur membuat Indonesia menghasilkan banyak hasil pertanian.

6. Wilayah hutan yang masih cukup luas menjadikan hutan Indonesia sebagai paru-paru dunia. Namun, karena letak hutan yang jauh dari pemantauan pemerintah akibat letak Indonesia yang berjauhan dan berpulau-pulau membuat aksi kejahatan terhadap hutan, seperti pembakaran, pencurian kayu, pembukaan hutan yang tak terstruktur marak terjadi dan sulit dikendalikan.

SAJAK BEBAS

“PERASAAN”

kalau ngomongin masalah cinta ngga ada habisnya. Cinta datang tanpa kita harapkan. Cinta datang melalui naluri hati kita sendiri. Itu anugerah yang tuhan kasih buat kita. Tetapi cinta kadang itu menyakitkan. Ada yang disakiti,khianati, banyak hal. seseorang pernah berkata "kenapa kamu suka sama aku ?" dan dia pun bingung harus menjawab pertanyaan itu harus bagaimana. Sebenarnya kita mempunyai rasa suka terhadap seseorang itu adalah hak. Dan orang yang kita sukai itu juga mempunyai hak untuk menyukai atau tidak. Hanya orang bodoh lah yang menanyakan hal itu. Apa dia tau pertanyaan itu hal yang tidak wajar ? bagimana jika seseorang yang dia sukai menanyai hal yang sama ?
itulah yang dinamakan perasaan. Datang dan pergi seenaknya, membawa warna warni dalam hidup kita, kadang manis, kadang pahit, kadang kadang sukar untuk di jelaskan dengan kata kata.




BIOGRAFI ROBERT DOWNEY Jr.

Nama asli : Robert John Downey Jr.
Tanggal lahir : 04 April 1965
Lahir di : New York, New York, USA
Zodiac : Aries
Terkenal sejak berperan sebagai Charlie Caplin di film "Chaplin" (1992)


Robert Downey Jr. lahir di New York, 4 April 1965. Dia adalah anak kedua dari dua bersaudara. Robert memiliki kakak perempuan bernama Allyson. Semasa kecil, Robert dibesarkan dikalangan pembuat film. Ayahnya, Robert Downey, Sr., dikenal sebagai sineas yang kerap menyutradarai film independen. Sementara ibunya, Elsie Ford, adalah seorang aktris.

Dibesarkan di dunia film membuat Robert menjadi jatuh cinta. Dia kemudian memulai debutnya di dunia akting dalam film "Pound" (1970) yang disutradarai oleh ayahnya. Kala itu, Robert masih berusia lima tahun.

Beranjak remaja, Robert yang serius untuk meniti karir sebagai seorang aktor memilih untuk bersekolah di Stagedoor Manor Performing Arts Training Center di New York. Tak lama setelah perceraian orang tuanya di tahun 1978, Robert pindah ke California dan tinggal bersama ayahnya. Saat di California, Robert sempat menempuh pendidikan di Santa Monica High School tetapi kemudian keluar dan kembali ke New York untuk mengejar impiannya sebagai seorang aktor.

Masa-masa muda Robert merupakan masa yang penuh perjuangan. Saat berusia 20 tahun, Robert mendapat peran untuk bermain di acara televisi, "Saturday Night Live" (SNL). Namun, setahun setelah terpilih, Robert dipecat demi menyelamatkan acara yang waktu itu mendapat rating terendah versi Nielsen dan dikritik karena menampilkan karakter pemain yang biasa-biasa saja. Kegagalannya itu tidak mengurungkan niatnya untuk menjadi aktor. Dia pun mencoba peruntungannya di beberapa film, seperti "Tuff Turf" (1985), "Chances Are" (1989) dan film yang juga dibintangi sahabat karibnya, Mel Gibson, "Air America" (1990).

Tahun 1992, nama Robert semakin dikenal usai berperan sebagai Charlie Chaplin di film "Chaplin" (1992). Untuk perannya itu, Robert melakukan berbagai persiapan khusus seperti belajar bermain biola dan tenis. Dia bahkan memiliki pelatih pribadi yang membantunya membentuk postur tubuh sekaligus gaya mirip Charlie Chaplin.

Berkat kerja kerasnya di film "Chaplin", dia berhasil meraih nominasi pertamanya lewat penghargaan Oscar untuk kategori Best Actor. Sayangnya Robert dikalahkan oleh aktor Al Pacino lewat perannya di film "Scent of a Woman" (1992). Sukses sebagai Charlie, Robert mulai mendapat banyak tawaran untuk bermain film Hollywood, seperti "Heart and Souls" (1993), "Only You", "Natural Born Killers" dan "Richard III".

Tentu saja ketenaran di masa muda tidak langsung membuat Robert menjadi sukses. Bahkan Robert justru terjerumus dan menjadi pecandu obat-obatan terlarang. Antara tahun 1996 hingga 2001, Robert berkali-kali ditangkap dan menjalani rehabilitasi. Tak lama setelah itu, Robert pun mengungkapkan sisi gelapnya bahwa dia telah menjadi pencandu sejak berusia delapan tahun. Robert menambahkan kalau ayahnyalah yang pertama kali memberikan obat-obatan tersebut karena ayahnya juga seorang pecandu.

Tak hanya ditangkap karena kepemilikan heroin dan kokain, dia juga ditangkap karena memiliki senjata ilegal. Robert bahkan berkali-kali keluar masuk penjara akibat ulahnya itu. Akibat dari perbuatannya, karir Robert sebagai aktor pun terancam. Meski demikian Robert masih menyempatkan diri untuk tampil di beberapa episode serial televisi "Ally McBeal" (2000-2002).

Tahun 2001, Robert yang mulai lelah menjalani hidupnya yang penuh masalah itu bertekad untuk berubah dan lebih serius menjalani rehabilitasi. Kembalinya Robert ke dunia hiburan ditandai dengan penampilannya di video musik single Elton John,"I Want Love". Sutradara video musik tersebut, Sam Taylor-Wood, memuji penampilannya yang terlihat lebih santai dan segar. Namun, kembali bekerja tak semudah seperti membalikkan tangan. Beberapa studio besar enggan memberinya tawaran karena khawatir dengan kebiasaan buruk Robert.

Akhirnya, berkat bantuan sahabat karibnya Mel, Robert berhasil mendapatkan peran di mini seri TV "The Singing Detective" (2003). Bahkan Mel bersedia menjadi penjamin apabila Robert melanggar kontrak. Berkat penampilannya di film tersebut, para produser studio Hollywood mulai percaya bahwa dia telah berubah dan memberinya tawaran untuk bermain di film-film besar, seperti "Gothika", "Kiss Kiss Bang Bang" dan "Iron Man".

Usai keberhasilannya memerankan karakter Tony Stark/Iron Man di "Iron Man", nama Robert sebagai aktor semakin melambung dan membuatnya berhasil mendapatkan peran utama di beberapa film box office, yakni "The Soloist", "Sherlock Holmes" dan "Iron Man 2". Kepiawaiannya berakting dapat kembali disaksikan di film yang akan dirilis tahun ini "Due Date" dan film yang akan dirilis 2012 mendatang, "The Avengers".



Rabu, 06 Maret 2013

softskill Globalisasi


GLOBALISASI

DEFINISI :
          Globalisasi berasal dari kata dasar “global” yang artinya universal (seluruh bangsa dan negara) yang di maksud adalah dapat berupa masalah, kejadian, kegiatan, dan sikap yang sangat berpengaruh dalam kehidupan lebih luas.  Menurut saya globalisasi itu adalah suatu proses masalah, kegiatan, yang mempunyai dampak mendunia.

PENYEBAB :
Beberapa factor penyebab terjadinya Globalisasi sebagai berikut
1.     kebijakan Negara untuk berhubungan dan menjalin kerjasama dengan Negara lain.
2.     sisetem ekonomi nasional
3.     adanya migrasi penduduk ke berbagai negara
4.     kemajuan ilmu pegetahuan dan teknologi
5.     berkembang pesat nya perusahaan perusahaan internasional

Penyebab meningkatnya globalisasi ada tiga yaitu :
1.     Adanya perubahan politik dunia
Menurut Anthony Giddens, ada sejumlah pengaruh politk yang mempengaruhi meningkat nya Globalisasi yaitu :
¨     bubarnya Uni Soviet tahun 1991 dan jatuh nya komunisme. Sejak bubar nya Uni Soviet, negara negara bekas blok Soviet seperti Rusia, Polandia, Republik Ceko, dll. Bergerak mengikuti sistem politik dan ekonomi barat
¨     Munculnya mekanisme pemerintahan internasional dan regional, misal nya PBB dan Uni Eropa
¨     Munculnya organisasi antarpemerintah (Intergovermental Organization/IGOs) dan organisasi non-pemerintah internasional (Internasional Non-Govermental Organizations/INGOs). Organisasi internasional tersebut dapat mendorong terjadi nya komunikasi dan interaksi antarpemerintah atau masyarakat antarnegara. Hal ini dapat mendorong terjadinya Globalisasi.





2.       Adanya aliran informasi yang cepat dan luas :
 kemajuan teknologi informasi dapat mendorong setiap individu berhubungan  dan mendapatkan informasi secara cepat.
3. Berkembang nya perusahaan perusahaan Transional. Perrusahaan yang  memproduksi barang atau jasa di lebih dari satu negara.

CIRI CIRI Globalisasi :
         Di era Globalisasi ini menuntut adanya keterbukaan informasi atau yang dikenal dengan istilah cyber space, maksudnya adalah memungkinkan komunikasi bersifat masal yang menyentuh hampir di semua bidang kehidupan masyarakat.
Ciri cirinya adalah sebagai berikut :
1.     Hilir mudiknya alat transportasi barang antarnegara
2.     Perubahan dalam konsep ruang dan waktu dalam arti akibat dari adanya kemajuan teknologi komunikasi, informasi dan transportasi, Perkembangan ini menjebabkan manusia semakin cepat mengetahui apa yang terjadi di sisi dunia
3.     Pasar dan kegiatan produksi di negara yang berbeda menjadi saling bergantung sebagai akibat dari pertumbuhan perdagangan internasional
4.     Meningkat nya masalah bersama, contoh dalam bidang lingkungan hidup, krisis multinasional, inflasi

Pengaruh dalam kehidupan :
          Globalisasi mengubah  kehidupan keseharian kita sebagai berikut :

1. Meningkatnya Induvidualisme
Dahulu, kesempatan individu untuk menentukan dirinya sendiri dibatasi masyarakatnya, Di era globalisasi ini, kesempatan individu untuk mengatur dan menentukan yang terbaik bagi dirinya sendiri sangat terbuka

2. Pola Kerja
Pekerjaan yang mengarah ke era perekonomian berbasis ke pengetahuan,  Perempuan telah masuk dunia kerja.

3) Kebudayaan
Informasi dan gaya hidup baru menyebar dengan begitu cepat keseluruh pelosok dunia lebih daripada sebelumnya.

Pengaruh ideologi :
         Globalisasi dapat meyakinkan kepada masyrakat Indonesia bahwa liberalisme dapat membawa kemajuan dan kemakmuran, sehingga tidak menutup kemungkinan dapat berubah arah dari paham pancasila menjadi paham liberalisme, jika hal tersebut terjadi maka hilanglah rasa nasionalisme bangsa Indonesia.

Pengaruh politik :
           Pemerintahan bagian dari suatu negara, di jalankan dengan terbuka dan Demokratis. jika pemerintahan di jalankan secara jujur,bersih dan dinamis tentunya akan mendapat tanggapan positif dari rakyat.

Pengaruh ekonomi :
          Terbukanya pasar internasional, dan meningkatkan kesempatan kerja. Dengan adanya dua hal tersebut dapat menunjang kehidupan masyarakat. Tetapi ada hal negatif yaitu kurang rasa cinta terhadap produk dalam negeri, di karenakan masuknya produk produk luar negeri, akibatnya rasa nasionalisme menjadi berkurang.

Pengaruh sosial :
 Kita dapat mencontoh pola berpikir yang baik seperti etos kerja yang tinggi dan disiplin dan Iptek dari bangsa lain yang sudah maju untuk meningkatkan kemajuan bangsa. Tetapi ada sisi negatif, menimbulkan kesenjangan sosial, munculnya sikap individualisme, gaya hidup ke barat baratan.

Pengaruh budaya :
          Cara berpakaian anak muda seperti selebritis, gaya rambut, itulah budaya ke barat baratan, teknologi internet yang seharusnya di gunakan untuk mencari infomasi dengan cepat, malah di gunakan untuk membuka situs porno, dari pengaruh diatas jelas sekali globalisasi mempengaruhi budaya nasionalisme.

Pengaruh Hankam :
          Pertahanan dan keamanan dewasa ini sangatlah canggih, untuk itu Indonesia memerlukan peralatan canggih tersebut untuk, menjaga perbatasan wilayah Indonesia, senjata perang, dan lain lain.

Sumber :




Sabtu, 12 Januari 2013

PERKEMBANGAN KOPERASI DI INDONESIA


Perkembangan dunia saat ini telah memasauki sebuah era baru dalam berbagai bidang dan sendi kehidupan masyarakat dunia. Perkembangan yang bisa kita sebut sebagai era globalisasi, pada era ini semakin hilanglah batasan dan semakin terbukanya masyarakat untuk mendapat informasi. Salah satu ciri dari era globalisasi ini adalah munculnya istilah perdagangan bebas, dimana masing masing individu dipermudah dalam hal melakukan hubungan dagang antara satu sama lainnya tanpa adanya batasan atau halangan yang berarti. Berbagai kesepakatan, jalinan kerjasama, perjanjian multilateral, berbagai kelompok negara maju dan berkembang, penyatuan mata uang, dan lain-lain, merupakan suatu wujud dari lintas batas geografis-regional menuju pada kepentingan ekonomi internasional yang tak terhindarkan. Hal ini bisa kita lihat bahwa saat ini tidak ada satu negara pun yang dapat berdiri sendiri dan tidak menerima imbas dari era globalisasi ini baik imbas itu positif ataupun negatif terhadap negara itu sendiri. Disini kita bisa mellihat bagaimana negara kita ini menghadapi tantangan kedepan dari imbas globalisasi ini.
Khusus di bidang ekonomi, globalisasi menampilkan bentuknya dengan prinsip perdagangan bebas dan perdagangan di tingkat dunia (world trade). Dengan demikian globalisasi ekonomi ini mengarah pada suatu aktifitas yang muItinasional. Ungkapan lain untuk proses ini dinamakan juga sebagai "universalisasi sistem ekonomi" (the universalization of the economic system), Berbagai institusi-institusi perekonomian dunia akan "dipaksa" untuk mengikuti pergulatan di dalamnya, termasuk dalam hal ini tentu saja berlaku bagi badan-badan usaha koperasi yang banyak digeluti oleh usaha ekonomi rakyat di Indonesia. Koperasi sebagai salah satu bentuk dari perekonomian kerakyatan yang bersumber dari UUD 1945 dan Pancasila yang mengandung ciri khas dari bangsa ini (gotong royong) sanggupkah menghadapi tantangan dari era globlisasi sekarang ini ?. Bagi Indonesia, jelaslah bahwa implikasi dari perdagangan bebas ini adalah pentingnya upaya untuk membuka ketertutupan usaha, peluang, dan kesempatan, terutama bagi usaha koperasi yang menjadi salah satu pola usaha ekonomi rakyat. Hal ini menjadi sangat penting karena produk yang dihasilkan dari Indonesia harus berkompetisi secara terbuka tidak hanya di pasar dalam negeri, melainkan juga di luar negeri/pasar internasional.

Potret singkat dari kondisi Koperasi Indonesia
Pertumbuhan koperasi Indonesia dari tahun ke tahun bisa dibilang cukup menggembirakan ini bisa dilihat dari pertumbuhan koperasi dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2008 yang mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan dimana terjadi peningkatan sebesar 50.67 % ,namun pengembangan koperasi di Indonesia yang telah digerakan melalui dukungan kuat program pemerintah yang telah dijalankan dalam waktu lama, dan tidak mudah ke luar dari kungkungan pengalaman tersebut. Jika semula ketergantungan terhadap captive market program menjadi sumber pertumbuhan, maka pergeseran ke arah peran swasta menjadi tantangan baru bagi lahirnya pesaing-pesaing usaha terutama KUD. Meskipun KUD harus berjuang untuk menyesuaikan dengan perubahan yang terjadi, namun sumbangan terbesar KUD adalah keberhasilan peningkatan produksi pertanian terutama pangan, disamping sumbangan dalam melahirkan kader wirausaha karena telah menikmati latihan dengan mengurus dan mengelola KUD. Kondisi koperasi Indonesia ini mungkin juga disebabkan oleh mulai pulihnya kondisi perekonomiaan bangsa ini.

Perkembangan koperasi ini sudah bisa dibilang cukup baik namun dalam hal sisi fokus bisnis koperasi harus diarahkan pada ciri universalitas kebutuhan yang tinggi seperti jasa keuangan, pelayanan infrastruktur serta pembelian bersama. Dengan otonomi selain peluang untuk memanfaatkan potensi setempat juga terdapat potensi benturan yang harus diselesaikan di tingkat daerah. Dalam hal ini konsolidasi potensi keuangan, pengembangan jaringan informasi serta pengembangan pusat inovasi dan teknologi merupakan kebutuhan pendukung untuk kuatnya kehadiran koperasi.
Pemerintah di daerah dapat mendorong pengembangan lembaga penjamin kredit di daerah.

Beberapa Masalah yang Dihadapi Koperasi Indonesia
Terlepas dari pertumbuhan koperasi kita yang bisa dibilang cukup signifikan ini ada juga masalah-masalah yang menyerang koperasi di Indonesia ini, beberapa masalah ini antara lain adalah masalah dalam bidang structural dan dalam bidang pengembangan usaha.

Dalam bidang structural koperasi masalah tersebut dapat kita kelompokan sebagai berikut :

1.      Kelembagaan koperasi yang belum mampu mendorong perkembangan usaha diakibatkan kurangnya kekuatan, struktur dan pendekatan pengembangan kelembagaan yang kurang memadai selain itu bisa dibilang bahwa koperasi Indonesia belum terlalu fleksibel dalam hal peluasan dan perkembangan usaha.

2       .Alat perlengkapan organisasi koperasi belum sepenuhnya berfungsi dengan baik, dalam hal ini struktur organisasi umumnya kurang terampil dalam menghadapi masalah yang muncul pada koperasi dan dalam hal kreatifitas perkembangan usaha koperasi tersebut ditambah lagi Mekanisme hubungan dan pembagian kerja antara Pengurus, Badan Pemeriksa dan Pelaksana Usaha (Manajer) masih belum berjalan dengan serasi dan saling mengisi.

Beberapa kejadian penting yang mempengaruhi perkembangan koperasi di Indonesia :
Pada tanggal 12 Juli 1947, dibentuk SOKRI (Sentral Organisasi Koperasi Rakyat Indonesia) dalam Kongres Koperasi Indonesia I di Tasikmalaya, sekaligus ditetapkannya sebagai Hari Koperasi Indonesia.
Pada tahun 1960 dengan Inpres no.2, koperasi ditugaskan sebagai badan penggerak yang menyalurkan bahan pokok bagi rakyat. Dengan inpres no.3, pendidikan koperasi di Indonesia ditingkatkan baik secara resmi di sekolah-sekolah, maupun dengan cara informal melalui siaran media masa,dll yang dapat memberikan informasi serta menumbuhkan semangat berkoperasi bagi rakyat.
Lalu pada tahun 1961, dibentuk Kesatuan Organisasi Koperasi Seluruh Indonesia (KOKSI).
Pada tanggal 2-10 Agustus 1965, diadakan (Musyawarah Nasional Koperasi) MUNASKOP II yang mengesahkan Undang-Undang koperasi no.14 tahun 1965 di Jakarta.



Koperasi di Indonesia pada Zaman Orde Baru Hingga Sekarang

Tampilan orde baru dalam memimpin negeri ini membuka peluang dan cakrawala baru bagi pertumbuhan dan perkembangan perkoperasian di Indonesia, dibawah kepemimpinan Jenderal Soeharto. Ketetapan MPRS no.XXIII membebaskan gerakan koperasi dalam berkiprah.

Berikut beberapa kejadian perkembangan koperasi di Indonesia pada zaman orde baru hingga sekarang :
Pada tanggal 18 Desember 1967, Presiden Soeharto mensahkan Undang-Undang koperasi no.12 tahun 1967 sebagai pengganti Undang-Undang no.14 tahun 1965.
Pada tahun 1969, disahkan Badan Hukum terhadap badan kesatuan Gerakan Koperasi Indonesia (GERKOPIN).
Lalu pada tanggal 9 Februari 1970, dibubarkannya GERKOPIN dan sebagai penggantinya dibentuk Dewan Koperasi Indonesia (DEKOPIN).
Dan pada tanggal 21 Oktober 1992, disahkan Undang-Undang no.25 tahun 1992 tentang perkoperasian, undang-undang ini merupakan landasan yang kokoh bagi koperasi Indonesia di masa yang akan datang.
Masuk tahun 2000an hingga sekarang perkembangan koperasi di Indonesia cenderung jalan di tempat.



Potret Koperasi di Indonesia

Sampai dengan bulan November 2001, jumlah koperasi di seluruh Indonesia tercatat sebanyak 103.000 unit lebih, dengan jumlah keanggotaan ada sebanyak 26.000.000 orang. Jumlah itu jika dibanding dengan jumlah koperasi per-Desember 1998 mengalami peningkatan sebanyak dua kali lipat. Jumlah koperasi aktif, juga mengalami perkembangan yang cukup menggembirakan. Jumlah koperasi aktif per-November 2001, sebanyak 96.180 unit (88,14 persen). Corak koperasi Indonesia adalah koperasi dengan skala sangat kecil. Satu catatan yang perlu di ingat reformasi yang ditandai dengan pencabutan Inpres 4/1984 tentang KUD telah melahirkan gairah masyarakat untuk mengorganisasi kegiatan ekonomi yang melalui koperasi.

Secara historis pengembangan koperasi di Indonesia yang telah digerakan melalui dukungan kuat program  pemerintah yang telah dijalankan dalam waktu lama, dan tidak mudah ke luar dari kungkungan pengalaman tersebut. Jika semula ketergantungan terhadap captive market program menjadi sumber pertumbuhan, maka pergeseran ke arah peran swasta  menjadi tantangan baru bagi lahirnya pesaing-pesaing usaha  terutama KUD. Meskipun KUD harus berjuang untuk menyesuaikan dengan perubahan yang terjadi, namun sumbangan terbesar KUD adalah keberhasilan peningkatan produksi pertanian terutama pangan (Anne Both, 1990), disamping sumbangan dalam melahirkan kader wirausaha karena telah menikmati latihan dengan mengurus dan mengelola KUD (Revolusi penggilingan kecil dan wirausahawan pribumi di desa).

Jika melihat posisi koperasi pada hari ini sebenarnya masih cukup besar harapan kita kepada koperasi. Memasuki tahun 2000 posisi koperasi Indonesia pada dasarnya justru didominasi oleh koperasi kredit yang menguasai antara 55-60 persen dari keseluruhan aset koperasi. Sementara itu dilihat dari populasi koperasi yang terkait dengan program pemerintah hanya sekitar 25% dari populasi koperasi atau sekitar 35% dari populasi koperasi aktif. Pada akhir-akhir ini posisi koperasi dalam pasar perkreditan mikro menempati tempat kedua setelah BRI-unit desa sebesar 46% dari KSP/USP dengan pangsa sekitar 31%. Dengan demikian walaupun program pemerintah cukup gencar dan menimbulkan distorsi pada pertumbuhan kemandirian koperasi, tetapi hanya menyentuh sebagian dari populasi koperasi yang ada. Sehingga pada dasarnya masih besar elemen untuk tumbuhnya kemandirian koperasi.

Mengenai jumlah koperasi yang meningkat dua kali lipat dalam waktu 3 tahun 1998 –2001, pada dasarnya tumbuh sebagai tanggapan  terhadap dibukanya secara luas pendirian koperasi dengan pencabutan Inpres 4/1984 dan lahirnya Inpres 18/1998. Sehingga orang bebas mendirikan koperasi pada basis pengembangan dan pada saat ini sudah lebih dari 35 basis pengorganisasian koperasi. Kesulitannya pengorganisasian koperasi tidak lagi taat pada penjenisan koperasi sesuai prinsip dasar pendirian koperasi atau insentif terhadap koperasi. Keadaan ini menimbulkan kesulitan pada pengembangan aliansi bisnis maupun pengembangan usaha koperasi kearah penyatuan vertical maupun horizontal. Oleh karena itu jenjang pengorganisasian yang lebih tinggi harus mendorong kembalinya pola spesialisasi koperasi. Di dunia masih tetap mendasarkan tiga varian jenis koperasi yaitu konsumen, produsen dan kredit serta akhir-akhir ini berkembang jasa lainnya.

Struktur organisasi koperasi Indonesia mirip organisasi pemerintah/lembaga kemasyarakatan yang terstruktur dari primer sampai tingkat nasional. Hal ini  telah menunjukkan kurang efektif nya peran organisasi sekunder dalam membantu koperasi primer. Tidak jarang menjadi instrumen eksploitasi sumberdaya dari daerah pengumpulan. Fenomena ini dimasa datang harus diubah karena adanya perubahan orientasi bisnis yang berkembang dengan globalisasi. Untuk mengubah arah ini hanya mampu dilakukan bila penataan mulai diletakkan pada daerah otonom.



Kondisi Koperasi di Indonesia Tahun 2011

Seperti yang dikatakan Menteri Negara Koperasi dan UKM, Syarif Hasan, pada hari Selasa (12/7) yang saya dapatkan infonya dari nasional.contan.co.id bahwa jumlah koperasi di Indonesia meningkat 5,31% dibanding tahun lalu. Data Kementerian Koperasi dan UKM menyebutkan sampai Juni 2011 total koperasi di Indonesia mencapai 186.907 unit. “Kita melihat perkembangan kinerja koperasi selama setahun ini cukup mengembirakan,” terang Menteri Negara Koperasi dan UKM tersebut.

Dari 186.907 unit koperasi itu, memiliki 30.472 anggota dengan volume usaha sebesar Rp 97.276 triliun serta modal sendiri mencapai Rp 30,10 triliun. Dibandingkan dengan Desember 2008 angka pertumbuhan koperasi mencapai 20,6%. Kementerian Negara Koperasi dan UKM berharap, pertumbuhan koperasi yang tinggi akan berkontribusi terhadap perekonomian negara. Terutama dalam dalam penyerapan tenaga kerja dan pembayaran retribusi termasuk pajak unit-unit usaha koperasi.

Pertumbuhan jumlah koperasi ini seiring dengan realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari 19 bank yang per 30 Juni 2011 ini juga mengalami peningkatan. Sejak diluncurkan 2007 lalu sampai 30 Juni 2011 realisasi penyaluran KUR sudah mencapai Rp 49,9 triliun untuk 4,804.100 debitur. Adapun target penyaluran KUR tahun 2011 sebesar Rp 20 triliun kepada 991,542 debitur.





SUMBER REFRENSI :