Sabtu, 06 Oktober 2012

sejarah koperasi indonesia

Sejarah Koperasi Indonesia


 Pada zaman penjajahan Belanda dahulu, koperasi pertama kali lahir di Indonesia oleh tokoh bernama R.A.Wiriaatmadja pada tahun 1986. R.Awiriaatmadja adalah seorang patih Purwokerto (Banyumas) ia berjasa menolong para pegawai, pedagang kecil dan petani.
R.Awiriaatmadja di bantu oleh E. Sieberg, Asisten Residen Purwokerto.
Mereka berdua mendirikan Hulp-en Spaar Bank. Mereka mendapat dukungan dari Wolf van Westerrode, pengganti Sieberg.
Mereka mendirikan koperasi kredit dengan sistem Raiffeisen. Tujuan  di buatnya koperasi kredit adalah dengan tujuan membantu rakyatnya yang terjerat hutang dengan rentenir.

 sejak saat itu gerakan koperasi semakin lama semakin meluas. Dengan berdirinya Boedi Oetomo, tahun 1908 mencoba memajukan koperasi rumah tangga (koperasi konsumsi) lalu, Serikat Islam pada tahun 1913 membantu memajukan koperasi dengan bantuan modal dan mendirikan Toko Koperasi.

Tahun 1927, usaha koperasi dilanjutkan oleh Indonesische Studie Club yang kemudian menjadi Persatuan Bangsa Indonesia ( PBI ) di Surabaya.
 Di dalam kongresnya di jakarta, Partai Nasional Indonesia (PNI) berusaha menjunjung tinggi semangat kooperasi sehingga kongres ini sering juga disebut
“ Kongres Koperasi ”.

 Selama penjajahan Belanda, pergerakan koperasi tidak berjalan mulus karena, Pemerintah Belanda selalu ingin berusaha menghalanginya, baik secara langsug maupun tidak langsung.
 Selain itu, kesadaran masyarakat atas koperasi sangat rendah. Untuk membatasi perkembangan koperasi di indonesia maka, pemerintah Belanda mengeluarkan peraturan Koperasi Besluit 7 April No. 431 tahun 1915.

 Berdasarkan peraturan ini rakyat tidak mungkin mendirikan koperasi karena:
§     Akta dibuat dengan perantaraan notaris dan dalam bahasa Belanda
§     Hak tanah harus menurut hukum Eropa
§     Harus diumumkan di Javasche Courant yang biayanya juga tinggi
§     Mendirikan koperasi harus mendapat izin dari gubernur jenderal
§     Ongkos materai sebesar 50 golden
§     Peraturan ini mengakibatkan munculnya reaksi dari kaum pergerakan nasional dan para penganjur koperasi.

Oleh karena itu, pada tahun 1920 pemerintah Belanda membentuk
“ Panitia Koperasi ” yang diketuai oleh bapak J. H. Boeke. Panitia ini ditugaskan untuk meneliti, mengenai perlunya koperasi. tahun berikutnya, panitia itu memberikan laporan bahwa koperasi perlu dikembangkan.
tahun 1927 pemerintah mengeluarkan peraturan No. 91 yang lebih ringan dari peraturan 1915. isi peraturan No. 91 antara lain :
§     Akta tidak perlu dengan perantaraan notaris, tetapi cukup didaftarkan pada Penasehat Urusan Kredit Rakyat dan Koperasi serta dapat ditulis dalam bahasa daerah.
§     Berlaku untuk orang Indonesia asli, yang mempunyai hak badan hukum secara adat
§     Hak tanah dapat menurut hukum adat.
§     Ongkos materai 3 golden.

 Dengan peraturan ini, gerakan koperasi mulai berkembang  kembali. Pada tahun 1932, Partai Nasional Indonesia (PNI) kembali mengadakan acara kongres koperasi di Jakarta. Pada tahun 1933, pemerintah Belanda mengeluarkan kembali peraturan No. 108 sebagai pengganti peraturan yang dikeluarkan pada tahun 1915. Peraturan ini merupakan salinan dari peraturan koperasi Belanda tahun1925, sehingga tidak cocok dilaksanakan oleh rakyat.

 Pada zaman penjajahan Jepang, koperasi mengalami masalah yang lebih buruk dari sebelumnya sebab, Kantor Pusat Koperasi diganti oleh pemerintahan Jepang menjadi “Syomin Kumiai Cou Jomusyo” dan Kantor Daerah diganti menjadi “Syomin Kumiai Saodandyo”. Kumiai adalah koperasi model Jepang, yang mula-mula bertugaskan untuk mendistribusi barang-barang kebutuhan rakyat. Jepang memanfaatkan hal ini untuk mengambil hasil bumi dari indonesia Jadi, dalam masa penjajahan Jepang koperasi Indonesia dapat dikatakan mati.



Pada Masa Kemerdekaan

Setelah bangsa Indonesia merdeka, pemerintah dan seluruh rakyat segera menata kembali kehidupan ekonomi. Dengan demikian, dengan ada nya koperasi dapat membantu di perekonomian nasional Indonesia. Di saat kemerdekaan, koperasi sudah menjadi usaha bersama untuk  meningkatkan taraf hidup yang berdasarkan pada asas kekeluargaan. Hal ini sangat sesuai dengan ciri khas bangsa Indonesia, yaitu gotong royong.

 karena sistem pemerintahan yang berubah-ubah maka terjadi kehancuran dalam koperasi Indonesia menjelang pemberontakan G30S / PKI. Partai-partai memanfaatkan koperasi untuk kepentingan partainya, bahkan ada menjadikan koperasi sebagai alat pemerasan rakyat untuk memperkaya diri sendiri, yang dapat merugikan koperasi.

 Pada masa kemerdekaan dapat dikatakan berkembang tetapi, pada masa itu membuat perkembangan koperasi berjalan lambat. Akhirnya pemerintah pada 1947 berhasil menyelenggarakan Kongres Koperasi I di Tasikmalaya, Jawa Barat.

 Dalam kongres Koperasi I menghasilkan keputusan penting
§     Mendirikan sentral Organisasi Koperasi Rakyat Indonesia ( SOKRI )
§     Menetapkan gotong royong sebagai asas koperasi
§     Menetapkan pada tanggal 12 Juli sebagai hari Koperasi

 Akibat dari tekanan berbagai pihak contohnya Agresi Belanda, keputusan Kongres Koperasi I belum dapat dilaksanakan. Tetapi, pada tanggal 12 Juli 1953, diadakan Kongres Koperasi II di Bandung, yang antara lain mengambil putusan sebagai berikut :
§     Membentuk Dewan Koperasi Indonesia ( Dekopin ) sebagai pengganti SOKRI.
§     Menetapkan pendidikan koperasi sebagai salah satu mata pelajaran di sekolah.
§     Mengangkat Moh. Hatta sebagai Bapak Koperasi Indonesia.
§     Segera akan dibuat undang-undang koperasi yang baru.

 Hambatan bagi pertumbuhan koperasi adalah disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut :
¨     Kesadaran masyarakat terhadap koperasi yang masih sangat rendah.
¨     Pengalaman masa lampau mengakibtakan masyarakat tetap merasa curiga terhadap koperasi.
¨     Pengetahuan masyarakat mengenai koperasi masih sangat rendah.

Untuk melaksanakan program perkoperasian pemerintah mengadakan kebijakan antara lain :
¨     Menggiatkan pembangunan organisasi perekonomian rakyat terutama koperasi.
¨     Memperluas pendidikan dan penerangan koperasi.
¨     Memberikan kredit kepada kaum produsen, baik di lapangan industri maupun pertanian yang bermodal kecil.

 Untuk memajukan organisasi koperasi maka pada tahun 1972 dikembangkan penggabungan koperasi-koperasi kecil menjadi koperasi-koperasi yang besar yang digabungkan menjadi organisasi besar yang dinamakan Koperasi Unit Desa (KUD) yang  sudah dapat dipercayai meminjam uang melalui Bank. Ketentuan-Ketentuan Koperasi Unit Desa (KUD) ini dituangkan dalam Instruksi Presiden No.4/1973 yang selanjutnya disempurnakan menjadi instruksi Presiden No.4/1984


sumber : http://princesscard.blogspot.com/2012/04/sejarah-koperasi-indonesia.html

Kamis, 07 Juni 2012

analisis laporan keuangan

Laporan keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansiyang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut.
Tujuan dari disusunnya laporan keuangan adalah untuk menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi pengambilan keputusan pemakaiannya.
Laporan juga menunjukkan apa yang telah dilakukan manajemen atau pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya.
Laporan keuangan perusahaan terdiri dari :
  1. Laporan Laba Rugi
yaitu laporan mengenai pendapatan, beban, dan laba atau rugi suatu perusahaan dalam suatu periode tertentu.
  1. Laporan Perubahan Modal
yaitu laporan yang menyajikan perubahan modal karena penambahan dan pengurangan dari laba/rugi dan transaksi pemilik.
  1. Neraca
yaitu laporan yang menggambarkan posisi keuangan dari suatu perusahaan yang meliputi aktiva, kewajiban dan ekuitas pada suatu saat tertentu.
  1. Laporan Arus Kas
yaitu laporan yang menggambarkan penerimaan dan pengeluaran kas selama satu periode tertentu. Laporan Arus Kas akan dibahas dalam bab tersendiri.
contoh laporan keuangan
1. laporan keuangan PT BNI syariah per september 2011 dan 2010, silahkan unggah link dibawah ini :
lap.keu pt bni syariah per sept 2011 dan 2010
setelah mengunduh link diatas dapat kita lihat pada tabel perhitungan rasio keuangan , analisis laporan keuangan PT BNI syariah per september tahun 2011 dan 2010 :
             a. rasio likuiditas
Dari hasil analisis likuiditas menunjukan bahwa quick Ratio Bank tersebut paling tinggi terjadi pada tahun 2010 sebesar 146,17% . Untuk reverse requirement Bank BNI syariah  telah melampaui ketentuan minimum sebesar 3.35% .
             b. rasio rentabilitas
Posisi ROA pada Bank BNI syariah  tahun 2o1o sebesar -0.16% kondisi ini kurang sehat karena berada dibawah standar minimum sebesar 1,16%. sedangkan posisi ROA pada tahun 2011 sebesar 2,37% dan ini memenuhi batas minimum.
              c.rasio solvabilitas
Kondisi permodalan pada Bank BNI syariah dinilai  baik. Ini dilihat dari tabel perhitungan CAR ,dimana posisi CAR pada tahun 2011 sebesar 20,97% dan pada tahun 2010 sebesar 29,46%, berada  di atas ketentuan Bank Indonesia yang berkisar antara 8% sampai dengan 9%.
2. laporan keuangan PT BNI syariah september 2010, silahkan unggah link dibawah ini :
BNI SyariahSEPTEMBER-2010
Jadi analisis laporan keuangan dapat di nilai dari rasio likuiditas , rentabilitas ,dan solvabilitas dari bank tersebut.
sumber :
www.Wikipedia.org
www. dasar-akuntansi.blogspot.com
http://veetraveetra.blogspot.com
www.bnisyariah.co.id

laporan keuangan

Laporan keuangan merupakan alat yg sangat penting utk mendapatkan informasi sehubungan dgn posisi keuangan dan hasil-hasil yg dicapai oleh perusahaan. Data keuangan tersebut akan lbh berarti jika diperbandingkan dan dianalisis lbh lanjut sehingga dapat diperoleh data yg dapat mendukung keputusan yg diambil.
Menurut Statement of Financial Accounting Concept No. 1 tujuan dan manfaat laporan keuangan adalah:
  1. Pelaporan keuangan harus menyajikan informasi yg dapat membantu investor kreditor dan pengguna lain yg potensial dalam membuat keputusan lain yg sejenis secara rasional.
  2. Pelaporan keuangan harus menyajikan informasi yg dapat membantu investor kreditor dan pengguna lain yg potensial dalam memperkirakan jumlah waktu dan ketidakpastian penerimaan kas di masa yg akan datang yg berasal dari pembagian deviden ataupun pembayaran bunga dan pendapatan dari penjualan.
  3. Pelaporan keuangan harus menyajikan informasi tentang sumber daya ekonomi perusahaan. Klaim atas sumber daya kepada perusahaan atau pemilik modal.
  4. Pelaporan keuangan harus menyajikan informasi tentang prestasi perusahaan selama satu periode. Investor dan kreditor sering menggunakan informasi masa lalu utk membantu menaksir prospek perusahaan.
Menurut PSAK (2004) pihak-pihak yg memanfaatkan laporan keuangan adl (IAI2004) :
  1. Investor. Penanam modal berisiko dan penasehat mereka berkepentingan dgn risiko yg melekat serta hasil pengembangan dari investasi yg mereka lakukan. Mereka membutuhkan informasi utk membantu menentukan apakah harus membeli menahan atau menjual investasi tersebut. Pemegang saham juga tertarik pada informasi yg memungkinkan mereka utk menilai kemampuan perusahaan utk membayar dividen.
  2. Karyawan. Karyawan dan kelompok-kelompok yg mewakili mereka tertarik pada informasi mengenai stabilitas dan profitabilitas perusahaan. Mereka juga tertarik dgn informasi yg memungkinkan mereka utk menilai kemampuan perusahaan dalam memberikan balas jasa manfaat pensiun dan kesempatan kerja.
  3. Pemberi pinjaman. Pemberi pinjaman tertarik dgn informasi keuangan yg memungkinkan mereka utk memutuskan apakah pinjaman serta bunga dapat dibayar pada saat jatuh tempo.
  4. Pemasok dan kreditor usaha lainnya. Pemasok dan kreditor usaha lain tertarik dgn informasi yg memungkinkan mereka utk memutuskan apakah jumlah yg terhutang akan dibayar pada saat jatuh tempo. Kreditor usaha berkepentingan pada perusahaan dalam tenggang waktu yg lbh pendek daripada pemberi pinjaman kecuali kalau sebagai pelanggan utama mereka tergantung pada kelangsungan hidup perusahaan.
  5. Pelanggan. Para pelanggan berkepentingan dgn informasi mengenai kelangsungan hidup perusahaan terutama kalau mereka terlibat dalam perjanjian jangka panjang dengan atau tergantung pada perusahaan.
  6. Pemerintah. Pemerintah dan berbagai lembaga yg berada di bawah kekuasaa berkepentingan dgn alokasi sumber daya dan krn ini berkepentingan dgn aktivitas perusahaan mereka menetapkan kebijakan pajak dan sebagai dasar utk menyusun statistik pendapatan nasional dan statistik lainnya.
  7. Masyarakat. Perusahaan mempengaruhi anggota masyarakat dalam berbagai cara. Misal perusahaan dapat memberikan kontribusi berarti pada perekonomian nasional termasuk jumlah orang yg dipekerjakan dan perlindungan kepada penanam modal domestik. Laporan keuangan dapat membantu masyarakat dgn menyediakan informasi kecenderungan (trend) dan perkembangan terakhir kemakmuran perusahaan serta rangkaian aktivitasnya. http://blog.re.or.id/manfaat-laporan-keuangan.htm

Selasa, 29 Mei 2012

KALIMAT PERFECT TENSE

VERBAL
1. KOMODO HAS GRAY SCALY SKIN, A POINTED SNOUT, POWERFUL LIMBS AND A MUSCULAR TAIL
http://anniskartika.blogspot.com/2011/05/artikel-present-perfect-tense.html

2. I MUST HAVE A FALLEN ASSLEEP WHEN I SAT DOWN
http://apaan-nih-albasiir.blogspot.com/2011/05/artikel-present-perfect-tense.html

3.f you don't have a passport, it will take four to six weeks from the time of application for you to receive one 
http://veneziaamanda.blogspot.com/2012/04/article-verbal-sentence-and-non-verbal.html

4."ALL WORKERS AND EMPLOYEESHAVE BEEM ALLOWED TO GO HOME AND JOIN THERE AND FAMILIES"


5.IT HAS BEEN REPORTED ONLY DISMISS EMPLOYEES AND RETURN TO WORK
http://otomotif.kompas.com/read/2012/05/30/2438/Gempa.Membuat.Ferrari.Maserati.dan.Lamborghini.Stop.Produksi

6.THE PROVINCE WITH THE DENSEST POPULATION IN INDONESIA HAS HAD 12 GOVERNORS
http://infografis.kompas.com/read/2012/03/29/192711/Gubernur.DKI.Jakarta.dari.Masa.ke.Masa

7.ACCORDING TO SAUD , RESIDENT HAVE SUBMITED NUMBER OF ITEMS BELONGING TO THE TEAM BASARNAS VICTIMS
http://nasional.kompas.com/read/2012/05/29/16133636/Inilah.Temuan.Warga.di.Lokasi.Kecelakaan.Sukhoi

8.SOME HANS HAVE BEEN STARTED LAYING EGGS NOW

9.WHILE THE OTHER HENS HAVE TO START INCUBATING IN THE EGGS

10.VARIOUS EFFROT HAVE BEEN MADE TO  CURE THE QUEEN, BUT NO RESULT
http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=5948095133470367064#editor/target=post;postID=8809122393799137707


NON VERBAL
1.IN THE YEAR 1920 (MAY 23) HAS BEEN CHANGED TO THE INDONESIAN COMMUNIST PARTY (PKI), WITH LEADERSHIP SEMAUN TOO.

2.JODY WITH ABOVE HISTORY, IT'S TIME WE AS A SOCIETY INDONESIA UNITE TO REBUILD A COUNTRY FOR SEVERAL YEARS HAS CONTINOUSLY GIVEN THE TRIALS AND SALAMITES, AND RAMPANT CRIMINAL CASES FROM THE START MADE BY PEOPLE WHO PREKONOMIANNYA WEAK EVEN TO OFFICIAL COSTANTLY STEALING STATE ASSETS INDONESIA

3.DO TO THE MORAL GOOD OF HUMAN RESOURCES AND HAS A GOOD QUANTITY AND QUALITY OF INDONESIAN NATION CAN RISE UP INTO A GOOD AND DIGNIFIED NATION
http://moccafloate.blogspot.com/2011/05/artikel-present-perfect-tense.html

4."LIV, WE'VE BEEN ON THE PHONE FOR TWO HOURS, WHAT MORE COULD YOU HAVE TO SAY ?"

5.I'VE GOING BEEN CRAZY
http://apaan-nih-albasiir.blogspot.com/2011/05/artikel-present-perfect-tense.html

6.I HAVE BEEN TOGETHER FOR ABOUT SIX MONTHS

7."IT HAS BEEN FOUND SEVERAL MEMBERS OF FICTIMS BODY BY THE CITIZENS

8.GAGA TICKETS HAVE BEEN SOLD OUT AS MANY AS G2 THOUSUND PIECES

9.HE BELIEVES THAT HIS SON STANDING IT WAS MALIN KUNDANG WHO HAVE BEEN RICH ANDHIS WAFE

10.WITH ENERGY  LEFT, MALIN KUNDANG HAVE TO WALK TO THE NEAEREST VILLAGE FROM THE BEACH

Senin, 23 April 2012

tugas bhs inggris softskill 4




EKONOMIC TERMS
PENGERTIAN

1
ANATOMY OF ECONOMIC CYCLE
ANATOMI SIKLUS EKONOMI

2
APPRECIATION
APRESIASI

3
BALANCE OF PAYMENTS
NERACA PEMBAYARAN

4
BALANCE OF TRADE
NERACA PERDAGANGAN

5
BUDGET
ANGGARAN

6
CAPITAL
MODAL

7
CENTRALIZED SYSTEM ECONOMY
SISTEM EKONOMI TERPUSAT

8
CLOSED ECONOMIC MODEL
MODEL EKONOMI TERTUTUP

9
COLLATERAL
AGUNAN/JAMINAN

10
CONDITION OF ECONOMIC
KEADAAN EKONOMI

11
CONSUMER PRICE INDEX
INDEKS HARGA KONSUMEN

12
COST EFFECTIVENESS
EFEKTIVITAS BIAYA

13
DEFICIT
DEFISIT

14
DEFLATION
DEFLASI

15
DEMAND ELASTICITY
ELASTISITAS PERMINTAAN

16
DEPRECIATION
DEPRESIASI

17
DEVALUATION
DEVALUASI

18
DEVELOPMENT FINANCE INSTITUTIONS
LEMBAGA PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN

19
DISPOSABLE INCOME
PENDAPATAN YANG TERSEDIA BAGI RUMAH TANGGA

20
DISTRIBUTION
DISTRIBUSI

21
ECONOMIC ACTIVITY
KEGIATAN EKONOMI

22
ECONOMIC POLICY
KEBIJAKAN EKONOMI

23
ECONOMIC SYSTEM
SISTEM EKONOMI

24
ECONOMIC CYCLE
SIKLUS EKONOMI

25
ECONOMIC MICRO
EKONOMI MIKRO

26
EXPENSES OF
PENGELUARAN PEMBANGUNAN

27
FINANCIAL INSTITUTIONS
LEMBAGA KEUANGAN

28
FISCAL POLICY
KEBIJAKAN FISKAL

29
FISCAL POLICY
KEBIJAKAN ANGGARAN

30
FLEXIBLEINTEREST RATE
SUKU BUNGA FLEKSIBEL

31
FOREIGN EXCHANGE
VALUTA ASING

32
FREE TRADE
PERDAGANGAN BEBAS

33
FRICTCIONAL UNEMPLOYMENT
PENGANGGURAN FRIKSIONAL

34
GOVERNMENT POLICY
KEBIJAKAN PEMERINTAH

35
GROSS NATIONAL PRODUCT
PRODUKSI NASIONAL BRUTO

36
HIGH INFLATION
INFLASI TINGGI

37
IMPORT ACTIVITIES
KEGIATAN IMPOR

38
INCOME ELASTICITY
ELASTISITAS PENDAPATAN

39
INCOME PER CAPITA
PENDAPATAN PER KAPITA

40
INCOME TAX
PAJAK PENGHASILAN

41
INDIRECT TAXES
PAJAK TAK LANGSUNG

42
INFLATION
INFLASI

43
INFLATION MIDDLE
INFLASI MENENGAH

44
INTEREST RATE REALISTIC
SUKU BUNGA REALISTIS

45
INVESTMENT
INVESTASI

46
LABOR
TENAGA KERJA

47
LAND AND BUILDING TAX
PAJAK BUMI DAN BANGUNAN

48
LOCAL COMPANY
PERUSAHAAN DAERAH

49
MACRO ECONOMICS
EKONOMI MAKRO

50
MARKET ECONOMIC SYSTEM
SISTEM EKONOMI PASAR

51
MARKET ECONOMIC SYSTEM
SISTEM EKONOMI PASAR

52
MARKET MECHANISM
MEKANISME PASAR

53
MARKET POSITION
POSISI PASAR

54
MARKETING ACTIVITIES
KEGIATAN PEMASARAN

55
MARKETING STRATEGY
STRATEGI PEMASARAN

56
MIXED ECONOMIC SYSTEM
SISTEM EKONOMI CAMPURAN

57
MIXED INCOME
PENGHASILAN CAMPURAN

58
MONETARY POLICY
KEBIJAKAN MONETER

59
MONOPOLY MARKET
PASAR MONOPOLI

60
NATIONAL INCOME
PENDAPATAN NASIONAL

61
NATIONAL PRODUCTION
PRODUKSI NASIONAL

62
NET NATIONAL INCOME
PENDAPATAN NASIONAL NETTO

63
NET NATIONAL PRODUCT
PRODUK NASIONAL NETTO

64
OF EXPORT
KEGIATAN EKSPOR

65
OLIGOPOLY MARKET
PASAR OLIGOPOLI

66
ON INTEREST RATE
SUKU BUNGA AKTIF

67
OPEN ECONOMIC MODEL
MODEL EKONOMI TERBUKA

68
PERSONAL INCOME
PENDAPATAN PERORANGAN

69
POLICY SUPPLY SIDE
KEBIJAKAN SEGI PENAWARAN

70
PRICE ELASTICITY
ELASTISITAS HARGA

71
PRICE INDEX
INDEKS HARGA

72
PRICE BALANCE
HARGA KESEIMBANGAN

73
PRICE INCREASE
KENAIKAN HARGA

74
PRICE INDEX OF IMPLIED
INDEKS HARGA IMPLISIT

75
PRICE INDEX OF TRADERS
INDEKS HARGA PEDAGANG BESAR

76
PRICE REDUCTION
PENURUNAN HARGA

77
PRODUCTION
PRODUKSI

78
PUBLIC CORPORATION
PERUSAHAAN NEGARA UMUM

79
PUBLIC STATE COMPANY
PERUSAHAAN PERSEROAN

80
REVALUATION
REVALUASI

81
ROUTINE EXPENSES
PENGELUARAN RUTIN

82
SALES TAX ON LUXURY GOODS
PAJAK PENJUALAN ATAS BARANG MEWAH

83
SERVICE COMPANY
PERUSAHAAN JASA

84
SMALL INFLATION
INFLASI RINGAN

85
STATE REVENUE SOURCES
SUMBER PENERIMAAN NEGARA

86
STATE SPENDING
PEMBELANJAAN NEGARA

87
STRUCTURAL UNEMPLOYMENT
PENGANGGURAN STRUKTURAL

88
SUPPLY ELASTICITY
ELASTISITAS PENAWARAN

89
SURPLUS ECONOMY
SURPLUS EKONOMI

90
TAX
PAJAK

91
TAX RATE
TARIF PAJAK

92
TAX DIRECT
PAJAK LANGSUNG

93
THE GOVERNMENT INTERVENTION
INTERVENSI PEMERINTAH

94
TRADING COMPANY
PERUSAHAAN DAGANG

95
TRADITIONAL SYSTEM ECONOMY
SISTEM EKONOMI TRADISIONAL

96
UNEMPLOYMENT
PENGANGGURAN

97
UNEMPLOYMENT CONJUNGTURAL
PENGANGGURAN KONJUNGTURAL

98
VALUE
NILAI, HARGA
99
VALUE ADDED TAX
PAJAK PERTAMBAHAN NILAI

100
VALUE ADDED TAX RATE
TARIF PAJAK PERTAMBAHAN NILAI